GARUT, JABARBICARA.COM — Di tengah hamparan hijau dataran tinggi Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan Garut, berdiri sebuah sekolah yang menjadi simbol harapan baru bagi pendidikan di pelosok. Keluarga besar SMPN 2 Pangatikan Kabupaten Garut menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, dengan semangat yang hangat, sederhana, namun sarat makna.
Sekolah yang tergolong baru ini hadir di lingkungan masyarakat pedesaan dengan karakter khas—religius, ulet, dan bersahaja. Mayoritas warga berprofesi sebagai buruh tani dan petani, menjadikan pendidikan sebagai jalan penting untuk mengubah masa depan generasi muda. Di balik segala keterbatasan, semangat belajar tetap tumbuh subur.
Keindahan alam menjadi nilai lebih yang tak ternilai. Dari halaman sekolah, lanskap Gunung Priamida Sukahurip tampak jelas, menyuguhkan panorama yang menenangkan sekaligus menginspirasi. Udara sejuk dan suasana asri seakan menjadi energi tambahan bagi siswa dan tenaga pendidik untuk terus berkarya.
Kepala SMPN 2 Pangatikan, Siti Aisyah, S.Pd.I, M.Si, dalam pesannya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi cahaya yang menerangi masa depan bangsa.
“Mari kita jadikan pendidikan sebagai cahaya yang menerangi masa depan bangsa. Teruslah belajar, tumbuh, dan menginspirasi,” ujarnya dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini.
Pesan tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga cerminan komitmen seluruh elemen sekolah dalam membangun kualitas pendidikan, meskipun berada di wilayah dengan akses yang masih terbatas.
Hal senada disampaikan oleh Budiman, salah satu tenaga kependidikan di sekolah tersebut. Melalui pesan singkat, ia mengungkapkan harapannya agar peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum perubahan nyata.
Budiman berharap terwujudnya pendidikan berkualitas yang merata, peningkatan kesejahteraan guru, serta ketersediaan sarana belajar yang memadai, khususnya bagi sekolah-sekolah di daerah seperti SMPN 2 Pangatikan.
Lebih jauh, ia juga menyoroti nasib tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya yang masih berstatus paruh waktu.
“Harapannya ada kepastian kebijakan pemerintah untuk mengangkat tenaga PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Kami juga berharap adanya peningkatan kesejahteraan, kepastian status karier, peningkatan insentif, serta pengakuan atas masa pengabdian,” ungkapnya.
Menurutnya, kepastian transisi dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga semangat dan dedikasi tenaga pendidik di daerah.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMPN 2 Pangatikan bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam atas perjuangan pendidikan di pelosok negeri. Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis, semangat untuk mencerdaskan anak bangsa tetap menyala terang.
Dari lereng Sukahurip, harapan itu terus tumbuh—bahwa pendidikan bukan hanya milik kota, tetapi hak setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada.(JB/RF)







