GARUT,JABARBICARA.COM – Sebanyak 27 peserta siap mengikuti tahapan seleksi untuk memperebutkan dua posisi perangkat desa yang kosong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Proses rekrutmen yang dilaksanakan secara terbuka dan transparan ini menjadi momentum lahirnya generasi baru aparatur desa yang siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Desa Wanajaya, Iip Firman Nurdin, saat dikonfirmasi media melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (3/6/2026), membenarkan bahwa Pemerintah Desa Wanajaya telah melaksanakan kegiatan pembekalan, pengenalan, serta penggalian potensi diri bagi para calon perangkat desa yang akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Menurut Iip, kegiatan tersebut bukan merupakan bagian dari proses penilaian, melainkan sebagai sarana untuk mengenal lebih dekat karakter, kemampuan, dan potensi masing-masing peserta.
“Kegiatan hari ini lebih kepada pembekalan dan penggalian potensi diri peserta melalui dialog satu per satu. Ini tidak masuk dalam unsur penilaian seleksi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forkopimcam Wanaraja, serta berbagai elemen lainnya sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa Wanajaya dalam menjaga keterbukaan proses rekrutmen.
Tahapan seleksi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026. Para peserta akan mengikuti tes tertulis serta tes praktik komputer yang menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan administrasi dan penguasaan teknologi informasi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa modern.
“Kami jadwalkan tes tulis dan tes komputer pada tanggal 8 Juni mendatang. Melalui seleksi ini kami berharap mendapatkan perangkat desa yang memiliki kompetensi, kemampuan, dan kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Iip.
Seleksi tersebut digelar untuk mengisi dua jabatan perangkat desa yang saat ini kosong, yakni posisi Sekretaris Desa yang ditinggalkan karena purnatugas serta jabatan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang kosong setelah pejabat sebelumnya mengundurkan diri.
Dari total 27 peserta yang terdaftar, sebanyak sembilan orang merupakan warga asli Desa Wanajaya. Peserta lainnya berasal dari berbagai wilayah, termasuk seorang peserta dari Kota Banjar. Latar belakang pendidikan peserta pun beragam, mulai dari lulusan SMA hingga perguruan tinggi.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kesempatan mengabdi di pemerintahan desa. Di tengah semakin besarnya tuntutan pelayanan publik yang cepat dan berbasis teknologi, keberadaan perangkat desa yang kompeten menjadi kebutuhan penting bagi kemajuan desa.
Pemerintah Desa Wanajaya menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengacu pada Peraturan Bupati Garut tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Dengan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas, proses seleksi diharapkan mampu menghasilkan perangkat desa terbaik yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat ke depan.
Lebih dari sekadar mengisi kekosongan jabatan, seleksi ini menjadi bagian dari upaya regenerasi pemerintahan desa, sekaligus membuka ruang bagi putra-putri terbaik untuk berkontribusi langsung dalam membangun Desa Wanajaya yang lebih maju, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (JB/RF)







