SEKOLAH DIBENAHI, HARAPAN DIBANGKITKAN! PGRI WANARAJA APRESIASI BANPRES PRESIDEN PRABOWO

Garut, Pendidikan67 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Harapan baru dunia pendidikan mulai terasa di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Program Bantuan Presiden (Banpres) melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 mulai menghadirkan perubahan nyata pada sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.

Program yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Idwan HUTRI

Revitalisasi menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB hingga SKB/PKBM, dengan pelaksanaan pembangunan melalui mekanisme swakelola sesuai ketentuan program.

Di Kecamatan Wanaraja, manfaat program tersebut mulai dirasakan. Sedikitnya empat satuan pendidikan telah melaksanakan pembangunan revitalisasi, yakni PAUD Assalam Desa Wanamekar, SDN 1 Sindangprabu, SDN 2 Sindangprabu dan SDN 3 Sindangratu.

Sementara berdasarkan informasi yang diterima redaksi, sedikitnya tujuh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP di Kecamatan Wanaraja akan menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Bagi masyarakat, program tersebut bukan sekadar pembenahan bangunan sekolah. Kehadiran ruang belajar yang lebih layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

PGRI Wanaraja Apresiasi Presiden Prabowo

Ketua PGRI Kecamatan Wanaraja, Ido Hartono, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan sarana pendidikan di wilayah Wanaraja.

Baca Juga:  Peringati Hari Tari Internasional, SMK Pasundan 1 dan Dewan Kesenian Garut kembali gelar “Pasanggiri Tari Kreasi-Tradisi”

“Sebagai pengurus PGRI Kecamatan Wanaraja, kami tentunya mengapresiasi program yang telah digulirkan pemerintah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan yang telah memberikan perhatian melalui program revitalisasi satuan pendidikan,” ujar Ido 21/08/2026.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda. Sekolah memperoleh fasilitas yang lebih baik, sementara mekanisme swakelola membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain sarana dan prasarana sekolah menjadi lebih baik serta kualitas mutu pendidikan diharapkan meningkat, pelaksanaan secara swakelola juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar yang ikut terlibat dalam pembangunan,” katanya.

Antusiasme masyarakat, lanjut Ido, terlihat ketika proses pembongkaran bangunan lama di SDN 1 Sindangprabu dan SDN 3 Sindangratu.

Warga dan wali murid ikut bergotong royong membongkar bangunan lama yang sudah tidak layak.

“Saya hadir dan menyaksikan langsung proses pembongkaran di dua sekolah tersebut. Warga dan wali murid ikut bergotong royong. Antusiasme masyarakat sangat terlihat. Ini menjadi bagian penting dari proses revitalisasi,” ungkapnya.

Menurut Ido, keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Garut Ingatkan Peran Vital PDAM Tirta Intan dalam Pelayanan Air Bersih Masyarakat

SDN 3 Sindangratu Direvitalisasi Rp523,8 Juta

Salah satu satuan pendidikan yang mendapatkan Program Revitalisasi Tahun 2026 adalah SDN 3 Sindangratu.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kegiatan revitalisasi meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang kantor, toilet serta penataan lingkungan sekolah.

Rincian anggaran yang diterima redaksi meliputi:

  • Rehabilitasi tiga ruang kelas sebesar Rp203.983.788;
  • Rehabilitasi ruang kantor sebesar Rp98.851.659;
  • Rehabilitasi toilet sebesar Rp19.213.360;
  • Penataan lingkungan sebesar Rp100.000.000.

Total anggaran revitalisasi SDN 3 Sindangratu mencapai Rp523.886.651.

Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan selama 90 hari, terhitung mulai 10 Agustus hingga 10 Oktober 2026.

Pekerjaan juga mencakup rehabilitasi atap dengan menggunakan konstruksi baja ringan.

Panitia Libatkan Unsur Sekolah dan Komite

Pelaksanaan revitalisasi SDN 3 Sindangratu dilakukan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.

Nurhasanah, selaku Kepala SDN 3 Sindangratu, tercatat sebagai penanggung jawab.

Sementara Totong Falah, yang juga merupakan Ketua Komite Sekolah, dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan.

Posisi sekretaris dijabat Erwanda, sedangkan bendahara dijabat Yayu Pujianti, guru kelas IV.

Adapun pelaksana kegiatan adalah Moch. Abduh, sementara bagian keamanan dipercayakan kepada Endang Suryana, guru mata pelajaran olahraga.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, SDN 3 Sindangratu memiliki sekitar 10 tenaga pendidik dan guru, termasuk kepala sekolah.

Revitalisasi Harus Bermuara pada Mutu dan Manfaat

Program revitalisasi satuan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, sehat dan representatif bagi peserta didik.

Baca Juga:  TAK BIARKAN DAFFA BERJUANG SENDIRIAN! BAZNAS HADIR, SANTUNAN JADI PENGUAT KELUARGA

Dengan dukungan anggaran negara yang cukup besar, pelaksanaan revitalisasi diharapkan memberikan hasil yang sepadan dengan tujuan program. Mekanisme swakelola juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat sekaligus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan tertib, transparan dan sesuai ketentuan.

Mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, pemilihan material hingga penyelesaian pembangunan, seluruh proses diharapkan mengedepankan kualitas dan tanggung jawab.

Sebab, keberhasilan revitalisasi bukan semata-mata diukur dari berdirinya bangunan yang baru dan lebih baik, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, guru dan masyarakat dalam menunjang proses pendidikan.

Pada akhirnya, setiap rupiah yang dikucurkan pemerintah diharapkan menjelma menjadi fasilitas pendidikan yang berkualitas, bermanfaat dan mampu menghadirkan kenyamanan bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.

Di balik pembangunan tersebut, ada harapan orang tua, perjuangan para guru dan masa depan anak-anak yang setiap hari datang ke sekolah untuk belajar.

Ketika sekolah dibenahi dan masyarakat ikut bergotong royong, pembangunan tidak lagi sekadar berbicara tentang beton, atap dan ruang kelas.

Yang sedang dibangun adalah ruang bagi anak-anak untuk menulis masa depan.

Dan dari Wanaraja, harapan itu kini mulai tumbuh: sekolah dibenahi, masyarakat bergerak, pendidikan diperkuat, dan masa depan generasi penerus dibangkitkan.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *