SUMPAH PEMUDA 2026, KETUA STAINUS GARUT TEGASKAN PESAN KUAT: PEMUDA WAJIB BERKARAKTER, KUASAI IPTEK, DAN JAGA PERSATUAN DI ERA DIGITAL!

Garut, Peristiwa370 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter, meneguhkan persatuan, serta mendorong generasi muda agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nusantara (STAINUS) Garut, Risan Sugiayasin, S.Pd., M.M., dalam kegiatan Tasyakur Binnikmat memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan di lingkungan kampus STAINUS Garut.

Idwan
Dede k

Mengusung tema “Merajut Asa, Menyalakan Pelita Persatuan di Bumi Pertiwi,” kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Risan mengajak seluruh civitas akademika untuk kembali menghayati semangat perjuangan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Kala itu, para pemuda dari berbagai latar belakang suku, daerah, dan bahasa menanggalkan sekat-sekat perbedaan demi mengikrarkan satu tekad: bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.

Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan amanat kebangsaan yang harus diwujudkan melalui sikap, pemikiran, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam diri generasi muda. Persatuan harus dijaga, karakter harus diperkuat, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi harus diiringi moralitas dan tanggung jawab,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam momentum tersebut.

Baca Juga:  "GARUT SELATAN MELAWAN! FMP3 Desak DPRD Bongkar Dugaan Infrastruktur Asal Jadi di 15 Kecamatan"

Persatuan Adalah Kekuatan Bangsa

Risan menegaskan, keberagaman Indonesia merupakan kekayaan yang harus dirawat, bukan dijadikan alasan untuk membangun sekat maupun mempertajam perbedaan.

Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan. Seluruh perbedaan tersebut semestinya menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan dan memperluas semangat gotong royong.

Ibarat sebuah orkestra, setiap unsur memiliki karakter dan peran berbeda, tetapi mampu menghadirkan harmoni ketika bergerak dalam satu tujuan.

Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pelopor toleransi, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta mampu merawat ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat.

Karakter dan Integritas Menjadi Fondasi Kemajuan

Selain persatuan, penguatan karakter dan integritas menjadi pesan penting dalam peringatan Sumpah Pemuda di STAINUS Garut.

Kemajuan bangsa, menurut pesan yang disampaikan, tidak cukup diukur dari pembangunan fisik maupun kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekuatan moral.

Kecerdasan tanpa integritas berpotensi kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu pengetahuan yang dibangun di atas nilai kejujuran dan tanggung jawab akan menjadi modal penting untuk menghadirkan perubahan positif.

Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang kuat, kepedulian sosial, serta keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.

Kuasai IPTEK, Jangan Kehilangan Jati Diri

Memasuki era digital, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Mahasiswa dituntut untuk terus belajar, berinovasi, berpikir kritis, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif.

Baca Juga:  Peringati HUT ke-81 TNI, Dadan Nugraha: Sipil dan TNI Bersama Membangun Negeri, Perkuat Resiliensi Nasional

Namun, kemajuan teknologi juga harus diimbangi dengan kedewasaan moral. Pemanfaatan kecerdasan buatan, media sosial, dan berbagai platform digital harus tetap berpijak pada nilai agama, etika, serta kepentingan kemanusiaan.

Teknologi tidak boleh berhenti menjadi simbol kecanggihan, tetapi harus dimanfaatkan untuk melahirkan solusi, memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas kehidupan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi yang berdaya saing dan bertanggung jawab.

Medan Perjuangan Pemuda Kini Berada di Ruang Digital

Jika generasi terdahulu berjuang menghadapi penjajahan melalui berbagai pengorbanan, generasi muda masa kini menghadapi tantangan yang berbeda, termasuk derasnya arus informasi dan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Ruang digital menjadi salah satu medan penting untuk membuktikan kualitas nasionalisme generasi muda.

Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menolak ujaran kebencian, serta menyebarkan konten yang mendidik dan memperkuat persatuan.

Nasionalisme juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap karya anak bangsa, produk lokal, pelestarian budaya, serta kontribusi nyata dalam membangun lingkungan sosial yang lebih baik.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, pemuda harus tampil sebagai bagian dari solusi, bukan justru menjadi penyebar perpecahan.

Jangan Biarkan Sejarah Berakhir dengan Kekecewaan

Dalam refleksi sejarah tersebut, generasi muda juga diingatkan bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa merupakan hasil perjuangan panjang yang dibangun melalui pengorbanan, keringat, air mata, dan doa para pendahulu.

Baca Juga:  PEMBANGUNAN SARANA PKL PASAR BARU DIPERTANYAKAN, RAWINK RANTIK DESAK PEMKAB GARUT BUKA DASAR HUKUMNYA

Karena itu, setiap langkah generasi muda seharusnya memiliki makna dan memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pengembangan daya pikir, serta penumbuhan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Mahasiswa diharapkan mampu menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi karya, pengabdian, dan kontribusi konkret bagi masyarakat.

STAINUS Garut Dorong Pemuda Berdaya Saing dan Berjiwa Kebangsaan

Kegiatan Tasyakur Binnikmat peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di STAINUS Garut ditutup dengan seruan agar mahasiswa terus melangkah dengan keyakinan, menjaga kebersihan hati, memperkuat integritas, dan mengobarkan semangat pengabdian.

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, memiliki kepedulian sosial, dan teguh memegang nilai-nilai kebangsaan.

Sumpah Pemuda bukan sekadar ikrar yang diwariskan sejarah, melainkan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui tindakan. Persatuan harus dirawat, karakter harus diteguhkan, dan teknologi harus dikuasai demi kemajuan bersama.

Dari lingkungan kampus STAINUS Garut, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi energi positif bagi lahirnya generasi muda yang mampu menjaga keutuhan bangsa sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *