PROGRES REVITALISASI SDN 2 CISERO CAPAI 60 PERSEN! Rp1 MILIAR LEBIH DIGELONTORKAN, FASILITAS PENDIDIKAN DIPERKUAT

Garut, Pendidikan78 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Salah satunya di SDN 2 Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang progres pembangunannya dilaporkan telah mencapai 60 persen.

Program dengan total anggaran sebesar Rp1.005.735.788 yang bersumber dari APBN tersebut mencakup pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi sedang satu ruang kelas, pembangunan toilet dan fasilitas sanitasi, serta penataan lingkungan sekolah.

Idwan
Dede k

Berlokasi di Jalan Sukahaji, Kampung Caringin, Desa Cisero, pembangunan ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan sehat bagi peserta didik.

Pelaksanaan program dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 2 Cisero, dengan masa pengerjaan selama 98 hari.

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Bagian dari Program

Ketua P2SP SDN 2 Cisero, Rijal Citraloka, yang akrab disapa Aco, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Baca Juga:  DUA PANGGUNG KEKUASAAN SYAKUR AMIN: PENGAMAT NILAI LANGKAH POLITIKNYA LOGIS, PUBLIK DIMINTA KAWAL JANJI KAMPANYE

Menurut Aco, keterlibatan warga lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari tenaga kerja hingga partisipasi masyarakat dalam mendukung kelancaran pekerjaan.

“Kami tidak hanya membangun gedung, kami membangun harapan. Kami sengaja memberdayakan warga sekitar, para tukang, pekerja, dan orang tua siswa untuk terlibat langsung. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga masyarakat Kampung Caringin,” ujar Aco.

Ia berharap semangat gotong royong tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan yang dibangun, sehingga keberadaan sekolah dapat dijaga dan dirawat bersama secara berkelanjutan.

Dua Ruang Kelas Baru dan Fasilitas Sanitasi Jadi Prioritas

Pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi satu ruang kelas, serta peningkatan fasilitas toilet dan sanitasi menjadi bagian utama dari revitalisasi SDN 2 Cisero.

Baca Juga:  Ateng Sujana, Isu TPA Pasirbajing: Antara Kepentingan Politik dan Harapan Masyarakat

Ketersediaan ruang belajar yang memadai dan fasilitas sanitasi yang layak merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.

Dengan adanya peningkatan infrastruktur tersebut, sekolah diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik sekaligus menunjang kenyamanan dan kesehatan para siswa.

“Anak-anak di Cisero berhak mendapatkan pendidikan terbaik, di tempat terbaik. Ini adalah investasi untuk masa depan Garut,” tambah Aco.

Progres 60 Persen, Kualitas Pekerjaan Tetap Harus Dijaga

Capaian pembangunan sebesar 60 persen menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan revitalisasi SDN 2 Cisero. Meski demikian, penyelesaian pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pembangunan, tetapi juga harus memperhatikan mutu konstruksi, kesesuaian spesifikasi teknis, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.

Dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar, transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana menjadi aspek penting yang harus senantiasa dijaga. Hasil pekerjaan juga perlu dipastikan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga:  JTravel Garut 3 Gelar Kegiatan Kemanusiaan, Puluhan Warga Donor Darah

Pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, sehingga fasilitas yang dihasilkan benar-benar memenuhi kebutuhan sekolah.

Revitalisasi untuk Masa Depan Pendidikan Garut

Program revitalisasi SDN 2 Cisero diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Garut, khususnya di wilayah Kecamatan Cisurupan.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini membawa harapan bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih representatif, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan progres yang dilaporkan mencapai 60 persen, penyelesaian pembangunan sesuai target, standar kualitas, dan ketentuan yang berlaku menjadi hal penting agar anggaran negara memberikan manfaat optimal bagi dunia pendidikan.

Revitalisasi SDN 2 Cisero bukan hanya tentang membangun ruang kelas, tetapi juga tentang memperkuat fondasi pendidikan dan menyiapkan masa depan generasi muda Garut.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *