Pemdaprov Jabar Siapkan Dana Insentif Tambahan bagi Para Camat

Syaratnya, Kurangi Kemiskinan - Stunting - Pengangguran

Bandung978 Dilihat

KOTA BANDUNG, JABARBICARA.COM — Pemdaprov Jabar akan menyediakan insentif tambahan Rp20 – 50 juta pada 2025 bagi camat yang dinilai sukses mengakselerasi indikator makro provinsi.

Indikator makro provinsi mencakup penanggulangan kemiskinan, stunting, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, serta menstimulus laju pertumbuhan ekonomi.

Idwan HUTRI

Insentif tambahan bagi para camat diambil dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang dikelola Bapenda Jabar.

“Dana optional itu dari provinsi, dari PKB dan BBNKB kemudian ditransfer ke kabupaten kota melalui Bapenda Jabar, dan kami minta untuk dikawal sampai ke kecamatan. Itu salah satu direktif dari Pak Gubernur dari kami provinsi,” ujar Sekda Jabar Herman Suryatman di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Rabu (09/10/2024).

Baca Juga:  Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Perkuat Sinergi Lintas Instansi di Jawa Barat guna Perkuat Peran serta Masyarakat untuk Pencegahan Pungli di Pelayanan Publik.

Herman mengumumkan komitmen Pemdaprov untuk memberikan insentif tambahan saat memimpin rakor yang dihadiri 209 camat dari seluruh Jabar.

Ke -209 camat tersebut dipanggil dan menerima tugas langsung dari Sekda Jabar, untuk Jabar maju dan terdepan.

“Hari ini kami memanggil para camat, patriotic call. Jawa Barat memanggil para camat untuk mengabdi di atas rata – rata di kecamatan masing – masing,” ujar Herman Suryatman.

Melalui insentif, Herman berharap para camat membangun wilayahnya tidak saja dari perspektif kab/kota tapi sudut pandang provinsi.

“Bukan perspektif kecamatan untuk kecamatan,” cetus Herman.

“Posisi Bapak Ibu (Camat) sangat strategis. Jawa Barat maju atau tidak salah satunya ditentukan oleh kinerja camat,” tambahnya.

Baca Juga:  Pj Bupati Garut Hadiri Rakor Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Bandung

Menurutnya, kecamatan hebat jika desa atau kelurahannya hebat. “Artinya kita harus mulai dari lapangan, pastikan desa hebat, pastikan kelurahan hebat yang paling bertanggung jawab atas hebatnya desa kelurahan adalah camat,” pungkas Herman. [***]

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *